• Praktikum mata kuliah Ekologi dan Prilaku Satwa Liar

    2

    KPM SYLVA – 10 April  2016 Program Kehutanan Universitas Mataram mengadakan Praktikum mata kuliah Ekologi dan Prilaku Satwa Liar dengan melakukan kunjungan pada lokasi Taman Wisata Alam Suranadi terletak di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA hingga selesai.

    Taman Wisata Alam Suranadi ditetapkan berdasarkan SK Mentan No. 646/Kpts/Um/10/76 tanggal 15 Oktober 1976 dengan luas 52 Ha dan terletak di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Kondisi topografi Taman Wisata Alam Suranadi umumnya datar, landai, miring dan sedikit bergelombang dengan sudut kemiringan antara 1 – 3%, 9 – 15% dan 16 – 25%. Menurut klasifikasi Schmidt-Ferguson, Taman Wisata Alam Suranadi memiliki tipe iklim D dengan curah hujan rata-rata antara 1500 s/d 2000 mm per tahun, hujan turun antara bulan Oktober sampai April. Temperatur minimum 22,2 oC, maksimum 36,9 oC. Tipe vegetasi yang menutupi TWA Suranadi merupakan vegetasi campuran yang tersebar merata dan ditandai dengan tumbuhnya pohon-pohon yang tinggi bercampur dengan perdu, semak, dan padang rumput sehingga secara keseluruhan membentuk lapisan-lapisan tajuk tertutup.

    Praktikum tersebut diikuti oleh lebih dari 100 Mahasiswa Kehutanan Universitas Mataram yang di khususkan untuk mengamati kondisi fisik habitat dari Monyet Ekor Panjang (Macca falcuraris ) dengan  tujuan untuk mengaetahui pohon pakan dan pohon tidur Monyet Ekor Panjang(Macca falcuraris ) dan untuk mengetahui luas daerah jelajah harian, luas teritori dal core belangsung. pratiktukum berlangsung lancar mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan Ship yang berbeda. pemilihan tempat pratikkum pada Lokasi pada TWA Surandi sendiri bukan kali pertama Mahasiwa Program Studi Kehutanan Melakukan pratikum pada lokasi ini pada semester sebelumnya dilakukan praktikum pada kawasan ini dengan konten dan mata kuliah yang berbeda. Tempat ini di anggap representatif terhadap konten praktikun yang lakukan oleh MahaasiswaKehutanan Universitas Mataram Mengingat Kawasan TWA Surandi sendiri merupak salah satu Kawasan Konsevasi dan memilki keanekaragaman Hayati  yang cukup tinggi dilihat dari jenis Flora Dan Fauna yang ada.

    Jenis flora yang terdapat di TWA Suranadi antara lain Beringin (Ficus sp), Garu (Disoxilum sp), Terep (Arthocarpus elastica), Suren (Toona sureni), Kemiri (Aleurites moluccana), Purut (Parathocarpus venenoosa), Pulai (Alstonia scholaris) dan lain-lain. Jenis satwa yang ada di TWA Suranadi didominasi oleh Kera abu-abu (Macaca fascicularis) serta beraneka ragam burung. Kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang.Hal ini terkait erat dengan perkembangan agama dan budaya masyarakat Lombok, karenanya di waktu – waktu tertentu di bagian wilayah hutan ini kerap dilaksananakan upacara – upacara keagamaan. Potensi alamnya yang relatif terjaga, menjadikan hutan TWA Suranadi kaya akan aneka ragam tumbuhan mau pun satwa. Beberapa pohon tinggi dan diameter besar dengan fenomena simbiosis yang menarik akan banyak anda jumpai di banyak tempat di TWA Suranadi. Kanopi hutan yang relatif rapat menjadikan lantai hutan lembab dan ditumbuhi aneka macam tanaman bawah. Kondisi ekosistem demikian memicu melimpahnya serangga, kadal-kadal kebun dan aneka macam burung. Sementara pepohonan besar dengan percabangan yang banyak dan melimpahnya sumber makanan menjadikan pilihan kera abu-abu bermukim. Perakaran pohon yang besar dan berserabut memicu kemampuan menahan air yang masuk di kawasan tersebut, sehingga di TWA Suranadi akan dijumpai banyak mata air yang sanggup memasok kebutuhan air bagi masyarakat sekitarnya. “Potensi ekologis sedemikian rupa ini menjadikan Suranadi ditujukan sebagai kawasan hutan/wisata pendidikan yang dapat dipadukan dengan aktifitas Camping maupun wild watching” , begitulah sekilas penjelasan dari pihak Taman Wisata Alam Surandi saat pemberikan sambutan kepada mahasiswa yang akan melakukan pratikum.

Comments are closed.