• Kunjungan Praktik di Taman Wisata Alam Bangko-bangko

    12140934_522957401201709_3037817499673705653_o

    KPM Sylva – Program Kehutanan Universitas Mataram mengadakan praktikum mata kuliah KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI dengan melakukan kunjungan pada lokasi Taman Wisata Alam Bangko-bangko .Menurut administrasi pemerintahan Taman Wisata Alam Bangko-bangko terletak di Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rombongangan Mahasiswa Program Studi Kehutanan mulai berengkat ke lokasi TWA Bangko-bangko mulai dari tanggal 10 Oktober 2015 sampai dengan 11 Oktober 2015. Rombongan mashasiswa mulai berangkat dari halaman depan Laboratorium Manajemen Hutan dan Konservasi menuju TWA bangko-bangko dari pukul 12.15 Wita dan sampai ke TWA Bangko-bangko pukul 15.20 Wita.  Selain melakukan kegiatan pratikum di Kawasan TWA bangko-bangko di sela-sela waktu kegitan pratikum mahasiswa melakukan kegitan malam api unggun.

    Pada malam api unggun tersebut dialakukan beberapa macam perlombaan menguna  melihat  kekompakan antar kelompok, adapun mata lomba yang di perlombakan anatara lain lomba masak, lomba ketangkasan mendirikan  tenda dan malam pentas api unggun.pemenang lomba ketangkasan memdirikan tenda di juarai oleh kelompok empat  dan lomba ketangkasan mendirikan tenda di juarai oleh kelompok lima dan lomba Pentas api unggun di juarai oleh kelompok tujuh  Dalam kegiatan pratikum ini juga di dampingi langsung oleh Dosen penggampu matakuliah Konservasi Sumber Daya Alam hayati yaitu bapak Meisyer Saputra,S.Hut.,M.Si, bapak Febrian K Atmanegara,S.Pd., M.Si dan  ibu KorneliaWebliana B,S.Hut., M.Sc tidak lupa pula  kehadiran dari bapak  Lalu Ari Adi Satria, S.Hut selaku laboran dari Laboratorium Manajemen Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam.

    12095280_522956137868502_707241780701646364_o

     Pratikan akan di dampingi oleh petugas TWA Bangko-Bangko berseta Co.Ass dalam melakukan melakukan kegitatan pratikum. Kegitan kunjungan pratikum ke tempat TWA  merupakan kunjungan yang kedua  setalah sebelumnya  berkunjungan ke TWA Suranadi.

    Taman Wisata Alam Bangko Bangko ditetapkan berdasarkan SK.Menhut No. 664/Kpts-II/92 tanggal 1 Juli 1992 mempunyai luas 2169 Ha. TWA Bangko-bangko di pilih menjadi tempat pratikum dari matakuliah Konservasi Sumber Daya Alam Hayati karena memiliki Formasi geologi terdiri dari batuan endapan dan batuan vulkanik recent. Jenis-jenis tanah di Taman Wisata Alam Bangko Bangko terdiri dari tanah aluvial, litosol, regosol dan mediteran.Kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan hamper sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Hanya sebagian kecil masyarakat yang bekerja sebagai nelayan, tidak hanya itu di  kawasan yang terletak di ujung semenanjung barat daya Pulau Lombok ini terdapat pantai yang menarik untuk kegiatan surfing. Nusa Tenggara Barat selain Bali dan pulau – pulau lainnya diIndonesia merupakan alternatif wisatawan manca negaraberselancar. Ombak Pantai Bangko-bangko yang relatif memanjang dan sambung menyambung dipilih bagi para pemula untuk berselancar, sementarajarak yang relatif dekat dengan Nusa Penida memudahkan wisatawan mencapai kawasan ini. Di sudut lainnya, wisatawan kerap mengunjungi pantai Bangko-Bangko untuk menyelam menikmati keindahan bawah laut pantai Bangko- Bangko. Selain wisata pantai, TWA Bangko Bangko juga memiliki hutan yang ditujukan bagi wisata trekking dan sejarah. Hutan Taman Wisata Alam Bangko Bangko termasuk dalam tipe ekosistem hutan pantai dan hutan musim dataran rendah serta hutan mangrove. Vegetasi pantai Bangko Bangko terdiri dari jenis antara lain Biduri (Calothropus gigantea), Pandan Laut (Pandanus sp). Jenis tumbuhan yang dapat dijumpai di bentang hutan musim dataran rendah diantaranya Bajur (Pterospermum javanicum), Kesambi (Schleicera oleosa), Waru (Hibiscus tiliaceus), sedangkan pada vegetasi mangrove dapat dijumpai jenis-jenis antara lain Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Ceriops tagal. Bangko Bangko Berjalan memasuki kerimbunan hutan tepi tebing dapat dijumpai sisa – sisa peninggalan jaman panjajahan Jepang berupa puing – puing benteng pemantau pertahanan Jepang lengkap dengan meriamnya. Melangkah menuju belukar hutan Bangko Bangko atau di tepi pantainya dapat dijumpai aneka satwa antara lain Ayam Hutan (Gallus sp), Elang Bondol (Haliastur indus), Koakiau (Philemon buceroides), Raja Udang (Halcyon sp), Kirik-kirik Australia (Merops ornatus) dan Elang Laut (Heliaeetus leucogaster), dan jika anda beruntung disepanjang perjalanan akan anda temukan kupu-kupu langka dilindungi Troides helena.

    Praktikum tersebut diikuti oleh lebih dari 106 Mahasiswa Kehutanan Universitas Mataram yang bertujuan untuk lebih mengenalkan bagaimana bentuk, fungsi, ciri-ciri, sarana prasarana serta satwa liar apa saja yang hidup di TWABangko-bangko. Selain lebih mengenalkan kepada mahasiswa tentang bagaimana cara menggelola suatu kawasan konservasi, juga agar mahasiswa lebih mengerti dan memahami apa saja kegiatan yang dilakukan di kawasan konservasi tersebut.

    Melalui praktikum tersebut, diketahui banyak kegiatan yang dapat dilakukan pada Kawasan Konservasi. Dalam kegiatan konservasi memilki tiga pilar utama dalam menjalankan kegiatan Konservasi diantaranya:

    1. Perlindungan (Sistem penyangga kehidupan)
    2. Pengawetan (Keanekaragaman hayati dan ekosistemnya)
    3. Pemanfaatan

    Jika tidak dilakukan konservasi maka akan terjadi kepunahan terhadap biodiversitas dan merupakan kekayaan dalam yang sangat berharga bagi Indonesia karena Indonesia merupakan Negara kedua yang memilki biodiversitas tertinggi setelah  Negara Brazil.

Comments are closed.