• Kunjungan Praktik di Taman Wisata Alam Suranadi

    MATARAM, 20 September  2015 Program Kehutanan Universitas Mataram mengadakan praktikum mata kuliah KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI dengan melakukan kunjungan pada lokasi Taman Wisata Alam Suranaditerletak di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA hingga selesai.

    Taman Wisata Alam Suranadi ditetapkan berdasarkan SK Mentan No. 646/Kpts/Um/10/76 tanggal 15 Oktober 1976 dengan luas 52 Ha dan terletak di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Kondisi topografi Taman Wisata Alam Suranadi umumnya datar, landai, miring dan sedikit bergelombang dengan sudut kemiringan antara 1 – 3%, 9 – 15% dan 16 – 25%. Menurut klasifikasi Schmidt-Ferguson, Taman Wisata Alam Suranadi memiliki tipe iklim D dengan curah hujan rata-rata antara 1500 s/d 2000 mm per tahun, hujan turun antara bulan Oktober sampai April. Temperatur minimum 22,2 oC, maksimum 36,9 oC.Tipe vegetasi yang menutupi TWA Suranadi merupakan vegetasi campuran yang tersebar merata dan ditandai dengan tumbuhnya pohon-pohon yang tinggi bercampur dengan perdu, semak, dan padang rumput sehingga secara keseluruhan membentuk lapisan-lapisan tajuk tertutup.

    Jenis flora yang terdapat di TWA Suranadi antara lain Beringin (Ficus sp), Garu (Disoxilum sp), Terep (Arthocarpus elastica), Suren (Toona sureni), Kemiri (Aleurites moluccana), Purut (Parathocarpus venenoosa), Pulai (Alstonia scholaris) dan lain-lain. Jenis satwa yang ada di TWA Suranadi didominasi oleh Kera abu-abu (Macaca fascicularis) serta beraneka ragam burung. Kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang.Hal ini terkait erat dengan perkembangan agama dan budaya masyarakat Lombok, karenanya di waktu – waktu tertentu di bagian wilayah hutan ini kerap dilaksananakan upacara – upacara keagamaan. Potensi alamnya yang relatif terjaga, menjadikan hutan TWA Suranadi kaya akan aneka ragam tumbuhan mau pun satwa. Beberapa pohon tinggi dan diameter besar dengan fenomena simbiosis yang menarik akan banyak anda jumpai di banyak tempat di TWA Suranadi. Kanopi hutan yang relatif rapat menjadikan lantai hutan lembab dan ditumbuhi aneka macam tanaman bawah. Kondisi ekosistem demikian memicu melimpahnya serangga, kadal-kadal kebun dan aneka macam burung. Sementara pepohonan besar dengan percabangan yang banyak dan melimpahnya sumber makanan menjadikan pilihan kera abu-abu bermukim. Perakaran pohon yang besar dan berserabut memicu kemampuan menahan air yancaptureg masuk di kawasan tersebut, sehingga di TWA Suranadi akan dijumpai banyak mata air yang sanggup memasok kebutuhan air bagi masyarakat sekitarnya. Potensi ekologis sedemikian rupa ini menjadikan Suranadi ditujukan sebagai kawasan hutan/wisata pendidikan yang dapat dipadukan dengan aktifitas Camping maupun wild watching,begitulah sekilas penjelasan dari pihak Taman Wisata Alam Surandi saat pemberikan sambutan kepada mahasiswa yang akan melakukan pratikum.

    Praktikum tersebut diikuti oleh lebih dari 107 mahasiswa kehutanan universitas mataram yang bertujuan untuk lebih mengenalkan bagaimana bentuk, fungsi, ciri-ciri, sarana prasarana serta satwa liar apa saja yang hidup di TWA Surandi. Selain lebih mengenalkan kepada mahasiswa tentang bagaimana cara menggelola suatu kawasan konservasi, juga agar mahasiswa lebih mengerti dan memahami apa saja kegiatan yang dilakukan di kawasan konservasi tersebut.

Comments are closed.