Hutan Pendidikan Senaru

Berdasarkan sejarahnya, kawasan Hutan di KHDTK Senaru merupakan bagian hutan yang mengalami kerusakan bersamaan dengan rusaknya sebagian besar hutan di wilayah utara P. Lombok pada awal tahun 1990-an. Sebelumnya kawasan KHDTK ditutupi oleh vegetasi alami yang berfungsi sebagai hutan produksi.  Salah satu penyebab terjadinya kerusakan tersebut dipicu oleh kegiatan yang dilakukan oleh pemegang ijin HTI PT. Tambora Buana Lestari. HTI tersebut mendapatkan ijin kelola seluas 5000 Ha pada tahun 1990, termasuk didalamnya KHDTK.  Pada tahun 1993, HTI ini mendapatkan ijin pemanfaatan hasil hutan berupa kayu seluas 270 Ha.  PT. TBL meninggalkan area tersebut dalam keadaan kosong dan kemudian diambil alih oleh pemerintah.  Untuk mengatasi kondisi hutan yang sangat rusak akibat penebangan tersebut, pada tahun 1996/1997 Dinas Kehutanan bekerjasama dengan UNRAM mulai melakukan rehabilitasi dengan jenis utama yang ditanam adalah mahoni dan sengon.

Kemudian selanjutnya dilakukan kerjasama antara tahun 1997 sampai 2001 dan dilanjutkan sampai dengan tahun 2009 antara BP DAS Dodokan Moyosari dengan UNRAM menanami areal tersebut dengan jenis Gaharu dan menjadikan areal tersebut sebagai pusat pengembangan Gaharu berbasiskan pengelolaan bersama masyarakat.  Adapun beberapa pertimbangan pelibatan masyarakat dan pemilihan jenis Gaharu antara lain adalah sebagai berikut : (1). Masyarakat sekitar KHDTK sebagian besar berada dalam kondisi miskin dan tidak mempunyai kerja yang tetap, (2). Tingginya permintaan dan harga Gaharu di Pasar lokal, nasional dan internasional, (3). Tingginya perburuan Gaharu alam yang dapat mengancam keberadaan species tersebut di masa depan dan (4). Mulai berkembangnya teknologi inokulan.

Meningkatnya status kawasan hutan sejak tahun 2004, dimana Kementrian kehutanan RI memberikan ijin kelola KHDTK kepada Universitas Mataram untuk kepentingan Pendidikan, penelitian dan pengabdian yang oleh civitas akademik dan masyarakat sekitar lebih dikenal dengan sebutan Hutan Pendidikan Senaru, menyebabkan kawasan tersebut menjadi salah satu kawasan hutan yang penting bagi kemajuan IPTEKS.  Keberadaan Hutan Pendidikan senaru menjadi semakin strategis dengan berdirinya program studi kehutanan tahun 2007.   Dalam hal ini, hutan pendidikan senaru dapat menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa kehutanan.  Semenjak tahun 2011 Prodi Kehutanan UNRAM mulai menggunakannya secara intensif untuk kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dan semenjak tahun 2014, pengelolaannya secara resmi dibawah tanggung jawab Prodi Kehutanan UNRAM.

papan-nama-landscape-copy